Jagad maya baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan video yang memperlihatkan seekor kucing mengenakan kostum unik di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya. Kucing tersebut terlihat diam tak bergerak saat digunakan sebagai penarik perhatian dalam sebuah aksi penggalangan donasi di lokasi tersebut.
Kondisi kucing yang tampak sangat tenang dan pasif memicu reaksi keras dari para pengguna media sosial. Banyak warganet yang merasa curiga dan menduga bahwa hewan peliharaan tersebut telah diberi obat bius agar tidak bergerak atau merasa stres saat mengenakan kostum di tengah keramaian kota.
Menanggapi tuduhan yang beredar luas tersebut, pemilik kucing memberikan bantahan tegas. Ia menyatakan bahwa kucingnya tidak diberi obat bius dalam bentuk apa pun. Menurut penjelasannya, perilaku diam yang ditunjukkan oleh kucing tersebut merupakan reaksi alami hewan itu sendiri, bukan hasil dari pemberian zat kimia atau obat-obatan tertentu.
Kontroversi ini mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan (animal welfare) di ruang publik. Banyak pihak yang mengingatkan agar aktivitas penggalangan dana atau hiburan yang melibatkan hewan tetap mengedepankan aspek kesehatan dan kenyamanan satwa tersebut agar tidak terjadi eksploitasi yang merugikan hewan.
Jalan Tunjungan sendiri kini telah menjadi salah satu ikon wisata kuliner dan sejarah di Kota Surabaya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun warga lokal. Kawasan ini sering menjadi pusat berbagai kegiatan kreatif dan aksi sosial, namun peningkatan jumlah pengunjung juga membuat pengawasan terhadap berbagai aktivitas di area publik semakin ketat, terutama terkait dengan etika perlakuan terhadap hewan peliharaan di tempat umum.






