Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka kini tengah menjadi sorotan publik terkait isu keabsahan ijazahnya. Menanggapi situasi yang terus bergulir tersebut, pengamat politik Syahganda Nainggolan memberikan masukan mengenai strategi komunikasi yang sebaiknya diambil oleh Gibran dalam menghadapi tudingan tersebut.
Syahganda menyarankan agar Gibran tidak terjebak dalam pola komunikasi yang justru memperpanjang polemik. Menurutnya, Gibran dapat mengambil pelajaran dari sosok mantan menteri di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni Susi Pudjiastuti. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dikenal memiliki gaya komunikasi yang lugas, tegas, namun tetap efektif dalam meredam isu-isu negatif yang menyerangnya selama menjabat.
Lebih lanjut, Syahganda menilai bahwa pendekatan yang terbuka dan berani dalam mengklarifikasi fakta dapat menjadi kunci untuk mengakhiri spekulasi di masyarakat. Dengan mencontoh ketegasan Susi Pudjiastuti, Gibran diharapkan mampu memberikan jawaban yang memuaskan publik sehingga isu ijazah ini tidak lagi menjadi beban politik yang menghambat kinerjanya di masa depan.
Langkah komunikasi yang tepat dianggap krusial bagi Gibran, mengingat posisinya sebagai pemimpin muda yang akan mengemban tanggung jawab besar. Kejelasan informasi mengenai latar belakang pendidikan diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik dan mengalihkan fokus masyarakat pada program-program kerja pemerintah yang lebih produktif.
Dalam dunia politik Indonesia, isu mengenai latar belakang pendidikan atau ijazah sering kali menjadi instrumen serangan politik untuk mendelegitimasi seorang tokoh publik. Hal ini bukan pertama kalinya terjadi, di mana banyak pejabat negara harus berhadapan dengan tuduhan serupa guna menguji kredibilitas mereka di mata masyarakat luas.






