Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota kini tengah melakukan pengembangan mendalam terhadap kasus mobilisasi pelajar yang diduga menjadi pemicu aksi unjuk rasa berujung ricuh. Dalam proses penyelidikan terbaru, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi dua akun Instagram tambahan yang diduga kuat memiliki peran dalam menggerakkan para pelajar untuk terlibat dalam aksi tersebut.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, kedua akun media sosial tersebut kini masuk dalam radar pengawasan dan pemeriksaan intensif. Penyidik sedang menelusuri jejak digital serta aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh pengelola akun tersebut guna mengetahui motif di balik ajakan aksi yang berujung pada tindakan anarkis.
Upaya pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Metro Bekasi Kota untuk memutus rantai provokasi di media sosial, terutama yang menyasar kalangan remaja dan pelajar. Polisi menilai bahwa penggunaan platform digital sebagai alat mobilisasi massa tanpa pengawasan dapat berdampak fatal, mengingat kerentanan psikologis pelajar yang mudah terpengaruh oleh ajakan di dunia maya.
Saat ini, petugas masih mengumpulkan bukti-bukti digital serta memeriksa saksi-saksi terkait untuk memastikan apakah terdapat jaringan yang lebih luas di balik akun-akun tersebut. Polisi juga mengimbau kepada para orang tua dan pihak sekolah agar lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas media sosial anak didik mereka guna mencegah keterlibatan dalam aksi-aksi yang melanggar hukum di masa mendatang.






