PORTALSOLUSINDO
Nasional

Prabowo Beri OlehOleh Angklung untun PM Modi

Oleh: Siti AminahRabu, 08 Juli 2026 pukul 10.31
Prabowo Beri OlehOleh Angklung untun PM Modi
[Iklan AdSense 728x90]

Prabowo Beri Oleh-Oleh Angklung untuk PM Modi

Jakarta, (Portal Berita) - Dalam kunjungan resmi Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, ke India, beliau memberikan oleh-oleh yang unik kepada Perdana Menteri Narendra Modi. Oleh-oleh tersebut adalah alat musik tradisional Indonesia, angklung, yang melambangkan kekayaan budaya dan seni tanah air.

Peristiwa penyerahan angklung ini berlangsung dalam sebuah acara santai di New Delhi, di mana Prabowo dan Modi terlibat dalam diskusi mengenai peningkatan kerjasama pertahanan antara kedua negara. Angklung, yang terbuat dari bamboo, menjadi simbol persahabatan dan kolaborasi antara Indonesia dan India.

Prabowo menyatakan bahwa seni dan budaya adalah jembatan yang menghubungkan dua bangsa, serta dapat mempererat hubungan bilateral. "Saya ingin membawa tidak hanya kerjasama di bidang pertahanan, tetapi juga kebudayaan Indonesia yang kaya kepada sahabat kami di India," ujar Prabowo dalam sambutannya.

PM Modi pun terlihat sangat antusias menerima angklung tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau menambahkan bahwa musik dan seni adalah bahasa universal yang bisa menghubungkan hati manusia di seluruh dunia. “Saya sangat menghargai oleh-oleh ini dan akan mempromosikan budaya Indonesia di India,” ucap Modi.

Angklung sebagai Warisan Budaya

Angklung merupakan alat musik yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Dikenal karena kebisaannya dalam menghasilkan suara harmonis melalui gerakan menggoyang, angklung sering digunakan dalam pertunjukan seni dan budaya di Indonesia.

  • Angklung berasal dari daerah Sunda, Jawa Barat.
  • Alat musik ini biasanya dimainkan oleh sekelompok orang.
  • Angklung mengajarkan kerjasama dan keceriaan dalam bermusik.

Dengan penyerahan angklung ini, diharapkan hubungan antara Indonesia dan India dapat terus terjalin erat, tidak hanya dalam kerjasama pertahanan, tetapi juga dalam bidang kebudayaan dan pendidikan.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.