Prabowo Ungkap Pernah Blokir Upaya Penjualan BUMN Pertahanan ke Asing
Jakarta, PortalBeritaIndonesia - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ia pernah mengambil langkah tegas untuk memblokir upaya penjualan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pertahanan kepada pihak asing. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam sebuah acara diskusi yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 10 Oktober 2023.
Menurut Prabowo, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan strategis untuk menjaga kedaulatan negara. "Kita tidak bisa sembarangan menjual kekayaan negara kepada asing. BUMN pertahanan adalah bagian penting dari ketahanan nasional kita," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa aset-aset BUMN pertahanan memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Jika kita lepas kepada asing, apa yang akan terjadi dengan kemampuan kita untuk menjaga diri?" tambahnya.
Aspek Strategis dalam Pertahanan Nasional
Prabowo menekankan bahwa aspek strategis dalam pertahanan nasional harus diperhatikan dalam setiap keputusan yang diambil. Ia menambahkan bahwa penjualan BUMN ke pihak asing dapat mengancam kedaulatan dan keamanan negara.
- Pembentukan Kebijakan: Kebijakan yang mendukung industri pertahanan dalam negeri sangat penting untuk meningkatkan daya saing.
- Investasi Asing: Meski menarik bagi investor, Prabowo mengingatkan agar tetap ada batasan dalam hal kepemilikan.
- Pengembangan SDM: SDM yang unggul dan terlatih di bidang pertahanan akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, pemerhati kebijakan publik, dan tokoh masyarakat, yang diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif terkait kebijakan pertahanan nasional. Prabowo berharap, ke depan, semua pihak dapat bersinergi untuk menjaga kedaulatan Indonesia.
Dengan penegasan ini, Prabowo berharap masyarakat bisa lebih memahami pentingnya menjaga BUMN pertahanan agar tetap berada di tangan anak bangsa.