Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar memberikan peringatan dini terkait perubahan pola cuaca di wilayah Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil analisis terbaru, diprediksi akan terjadi pergeseran waktu dimulainya musim hujan yang semula diperkirakan terjadi pada Oktober, kini mundur menjadi bulan November hingga Desember.
Perubahan jadwal musim hujan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosferik yang terjadi di wilayah ekuator. BBMKG mengimbau masyarakat, terutama para petani dan pelaku usaha yang bergantung pada siklus cuaca, untuk lebih waspada dan menyesuaikan jadwal kegiatan mereka guna meminimalisir risiko kerugian akibat perubahan pola presipitasi ini.
Selain pergeseran waktu, intensitas hujan yang turun pada puncak musim hujan nanti diperkirakan akan cukup tinggi. Hal ini menuntut kesiapsiagaan pemerintah daerah serta masyarakat dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang kerap melanda wilayah Sulawesi Selatan saat memasuki musim penghujan.
BBMKG terus memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui sistem pemantauan satelit dan radar untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik. Masyarakat disarankan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat sebelum cuaca ekstrem terjadi.
Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi setiap tahunnya. Kondisi geografis yang terdiri dari pegunungan dan pesisir, ditambah dengan tingginya curah hujan di beberapa titik, seringkali memicu banjir bandang dan longsor yang berdampak signifikan terhadap mobilitas warga serta sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.






