Presiden Prabowo Subiang telah memberikan persetujuan terkait pengalokasian anggaran besar guna mendukung proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Total dana yang disiapkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut mencapai Rp100,1 triliun.
Keterangan mengenai dukungan finansial ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Menurut Tito, anggaran jumbo tersebut tidak akan dikucurkan sekaligus dalam satu waktu, melainkan akan didistribusikan secara bertahap selama kurun waktu tiga tahun ke depan.
Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk memastikan bahwa infrastruktur yang rusak akibat bencana dapat diperbaiki dengan standar yang lebih baik, serta membantu masyarakat terdampak untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi mereka. Fokus utama dari penggunaan dana ini adalah pada percepatan pemulihan fasilitas publik dan penguatan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Dengan adanya komitmen anggaran yang terukur selama tiga tahun, pemerintah berharap proses pemulihan di Sumatra dapat berjalan secara sistematis dan tepat sasaran, sehingga dampak negatif dari bencana yang terjadi dapat diminimalisir secara efektif melalui pembangunan kembali yang terencana.






