PORTALSOLUSINDO
Nasional

PTKI Adil Gender dan Inklusif Jadi Fokus Utama Konsolidasi Nasional PSGA 2026

Oleh: Andi PratamaSabtu, 04 Juli 2026 pukul 01.30
PTKI Adil Gender dan Inklusif Jadi Fokus Utama Konsolidasi Nasional PSGA 2026
[Iklan AdSense 728x90]

PTKI Adil Gender dan Inklusif Jadi Fokus Utama Konsolidasi Nasional PSGA 2026

Jakarta, 12 Oktober 2023 - Dalam upaya memperkuat pendidikan tinggi keagamaan, Pusat Studi Gender dan Agama (PSGA) menggelar konsolidasi nasional yang bertajuk "PTKI Adil Gender dan Inklusif" di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari kalangan akademisi, praktisi, serta organisasi masyarakat sipil.

Rapat konsolidasi ini bertujuan untuk menyusun program dan strategi dalam menciptakan pesantren dan lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang adil gender dan inklusif. Banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh perempuan di sector pendidikan keagamaan menjadi motivasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Tujuan dan Harapan Konsolidasi

  • Meningkatkan akses pendidikan keagamaan bagi perempuan dan kelompok marginal
  • Mempromosikan kesetaraan gender dalam pengelolaan lembaga pendidikan
  • Menumbuhkan kapasitas pemimpin perempuan di PTKI
  • Memperkuat jejaring antara PTKI dengan institusi lain dalam isu gender dan inklusi

Menurut Dr. Ahmad Rofiq, Ketua PSGA, "Konsolidasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa pendidikan keagamaan di Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga memberikan perhatian yang serius terhadap masalah gender dan inklusi sosial". Dr. Rofiq juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PTKI dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan setara.

Pembicara Utama dan Pemaparan Materi

Acara ini diisi dengan berbagai sesi diskusi yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Salah satu pembicara kunci, Prof. Siti Fatimah dari Universitas Islam Negeri (UIN), menyampaikan pentingnya integrasi perspektif gender dalam kurikulum pendidikan tinggi keagamaan.

Beliau menegaskan, "Kita perlu melakukan penyegaran kurikulum yang mencerminkan nilai-nilai keseimbangan gender dan inklusi, agar lulusan kita tidak hanya siap secara akademis tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial dan gender".

Langkah Selanjutnya

Konsolidasi ini akan menghasilkan rekomendasi yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. PSGA menargetkan bahwa pada tahun 2026, sejumlah PTKI di Indonesia dapat menjadi contoh model pendidikan yang adil dan inklusif.

Dengan langkah ini, PSGA berharap dapat berkontribusi pada visi pendidikan keagamaan yang lebih progresif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.