Masyarakat Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini mulai menata kembali kehidupan mereka setelah diterjang musibah kebakaran pada Agustus lalu. Peristiwa nahas tersebut tidak hanya menghancurkan tempat tinggal, tetapi juga melumpuhkan berbagai aktivitas ekonomi dan usaha kecil yang menjadi tumpuan hidup warga setempat.
Sebagai bentuk kepedulian dan upaya percepatan pemulihan ekonomi, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan BRINS menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memberikan stimulus bagi para pelaku usaha mikro agar dapat bangkit kembali dan menjalankan roda ekonomi mereka yang sempat terhenti akibat bencana.
Bantuan yang diberikan difokuskan pada pemberian dukungan modal dan fasilitas yang dapat digunakan warga untuk memulai kembali usaha mereka. Melalui sinergi ini, PNM dan BRINS berharap beban psikologis dan finansial yang dialami warga Desa Sade dapat berkurang, sehingga mereka memiliki harapan baru untuk membangun kembali mata pencaharian yang lebih stabil.
Program bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tidak hanya memberikan layanan finansial, tetapi juga hadir dalam situasi darurat guna membantu masyarakat kelas bawah. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan para pelaku usaha di Desa Sade dapat segera memulihkan produktivitasnya dan kembali menggerakkan ekonomi lokal di wilayah tersebut.
Desa Adat Sade sendiri dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata budaya utama di Lombok Tengah. Desa ini mempertahankan arsitektur rumah tradisional dan adat istiadat leluhur suku Sasak, termasuk kerajinan tenun ikat yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara maupun domestik. Keberlangsungan ekonomi desa ini sangat bergantung pada sektor pariwisata dan industri kreatif rumahan.






