Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan penjelasan resmi terkait munculnya fenomena api biru atau 'blue fire' yang terlihat di kawasan Gunung Papandayan. Berdasarkan hasil analisis, fenomena alam tersebut dipastikan sebagai manifestasi dari gas vulkanik dengan tingkat konsentrasi yang tinggi.
Kemunculan api biru ini terjadi akibat adanya gas belerang yang keluar dari perut bumi melalui celah-celah vulkanik. Ketika gas tersebut terpapar oksigen di permukaan dan mencapai suhu yang sangat panas, terjadi reaksi pembakaran yang menghasilkan warna biru khas, serupa dengan fenomena alam yang terjadi di beberapa gunung berapi aktif lainnya di dunia.
PVMBG menekankan bahwa meskipun fenomena ini terlihat menarik secara visual, masyarakat dan pengunjung diminta untuk tetap waspada. Konsentrasi gas vulkanik yang tinggi, terutama gas belerang (SO2), dapat membahayakan kesehatan pernapasan jika terhirup dalam jangka waktu lama atau dalam dosis yang pekat.
Oleh karena itu, pihak berwenang menghimbau para pendaki dan wisatawan agar tidak mendekati titik keluarnya gas tersebut tanpa pengawasan atau peralatan pelindung yang memadai. Pengelola kawasan wisata Gunung Papandayan juga diminta untuk meningkatkan pengawasan serta memberikan peringatan yang jelas bagi pengunjung guna menghindari risiko keracunan gas.
Gunung Papandayan sendiri merupakan salah satu destinasi wisata alam populer di Jawa Barat yang dikenal dengan kawah aktif dan pemandangan alamnya yang indah. Secara geologis, kawasan ini termasuk dalam kategori gunung api aktif yang terus dipantau oleh PVMBG guna memitigasi risiko bencana vulkanik bagi warga sekitar maupun wisatawan yang berkunjung.






