Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan perhatian khusus terhadap penunjukan Bahlil Lahadalia yang kini mengemban tanggung jawab ganda dalam kabinet. Bahlil dipercaya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Langkah penggabungan dua peran strategis ini memicu respons dari kalangan legislatif. Pihak DPR menekankan bahwa rangkap jabatan tersebut seharusnya menjadi momentum untuk mempercepat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan di sektor energi. Dengan kendali yang berada di satu tangan, diharapkan tidak ada lagi ego sektoral yang menghambat implementasi program kerja pemerintah.
Lebih lanjut, DPR menitipkan pesan agar fokus utama dalam pengelolaan energi nasional dapat ditingkatkan. Hal ini mencakup optimalisasi sumber daya alam serta percepatan transisi energi yang lebih efisien. Pengawasan ketat dari legislatif akan terus dilakukan guna memastikan bahwa efektivitas kerja tetap terjaga meskipun beban tanggung jawab yang dipikul oleh Bahlil menjadi lebih besar.
Harapan besarnya adalah terciptanya integrasi yang lebih kuat antara strategi hilirisasi industri dengan ketersediaan energi yang mendukung. Dengan demikian, target pembangunan ekonomi melalui peningkatan nilai tambah komoditas dalam negeri dapat tercapai lebih cepat dan tepat sasaran.
Sektor energi dan sumber daya mineral merupakan pilar utama ekonomi Indonesia yang mencakup pengelolaan migas, mineral, batubara, hingga energi terbarukan. Hilirisasi sendiri menjadi agenda prioritas pemerintah untuk mengubah paradigma ekspor bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tinggi, guna meningkatkan pendapatan negara dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.





