Ketegangan politik antara Presiden Joko Widodo dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali mencuat ke permukaan. Hal ini dipicu oleh aksi Presiden Jokowi yang menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam acara Rakorda yang berlangsung di Bandung.
Langkah Jokowi yang secara terbuka menampilkan identitas keanggotaan di partai lain tersebut memicu reaksi keras dari internal PDIP. Salah satu politikus senior PDIP, Andreas Hugo Pareira, memberikan respons bernada sindiran terhadap mantan kader partai tersebut. Dalam pernyataannya, Andreas secara terbuka meminta agar Jokowi tidak hanya menunjukkan KTA, tetapi juga memperlihatkan ijazahnya.
Sindiran tajam ini menjadi sinyal kuat adanya keretakan hubungan yang semakin mendalam antara Jokowi dan partai yang telah mengantarkannya ke kursi kepresidenan selama dua periode. Selain melontarkan sindiran terkait ijazah, Andreas Hugo Pareira juga menegaskan sikap partai terhadap posisi Jokowi saat ini. Ia menyatakan bahwa PDIP sudah melupakan sosok Jokowi sebagai mantan kadernya.
Komentar pedas dari Andreas ini mencerminkan dinamika internal PDIP yang kini tampak ingin menjaga jarak sepenuhnya dari Jokowi. Hubungan yang sebelumnya sangat erat kini berubah menjadi saling sindir di ruang publik, terutama menjelang transisi kepemimpinan nasional yang sedang berlangsung.






