Rektor UMS Tegaskan Penguatan OBE Jadi Fokus Rakernas XVII ALPTK PTMA di Lampung
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan pentingnya penguatan Outcome Based Education (OBE) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Lembaga Pendidikan Tinggi Kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah (ALPTK PTMA) yang berlangsung di Lampung. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari kampus-kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor UMS, Dr. Sofwan Kurniawan menyampaikan bahwa penguatan OBE merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. "Kami percaya bahwa OBE bukan hanya sekadar kurikulum, tetapi juga bagian dari budaya akademik yang harus diintegrasikan dalam setiap proses pembelajaran," ujar Dr. Sofwan.
Pentingnya OBE dalam Pendidikan Tinggi
Penguatan OBE diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di dunia kerja. Dr. Sofwan menjelaskan, "Melalui OBE, kita dapat memastikan bahwa mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat."
Agenda Rakernas XVII ALPTK PTMA
Rakernas XVII ALPTK PTMA berlangsung selama tiga hari dan diisi dengan berbagai sesi diskusi, seminar, dan workshop yang membahas penerapan OBE serta tantangan pendidikan tinggi di era digital. Beberapa tema yang diangkat antara lain:
- Implementasi OBE dalam Kurikulum Pendidikan Kesehatan
- Peran Teknologi dalam Pengajaran OBE
- Strategi Meningkatkan Kualitas Lulusan PTMA
Peserta juga diberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan best practices dalam mengimplementasikan OBE di masing-masing institusi. Harapannya, dari Rakernas ini, semua perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat saling mendukung dan berkolaborasi demi menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas.
Penutup
Rakernas XVII ALPTK PTMA ini diharapkan menjadi momentum bagi semua institusi pendidikan untuk memperkuat kerjasama dan memperkenalkan inovasi dalam pengajaran, khususnya dalam penerapan OBE. "Kami percaya bahwa kegiatan ini akan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dunia pendidikan di Indonesia," tutup Dr. Sofwan.