Resmikan Masjid Hajjah Yuliana di Australia, JK: Ibadah dan Sains Harus Berjalan Beriringan
Jakarta, Indonesia - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, Australia pada Jumat (3/11/2023). Dalam acara tersebut, JK menekankan pentingnya integrasi antara ibadah dan ilmu pengetahuan, dengan harapan dapat membangun masyarakat yang lebih berkeadaban dan berinformasi.
Menurut JK, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pengembangan karakter umat. "Kita harus menjadikan masjid sebagai tempat pembelajaran, tidak hanya pengajian tetapi juga sains dan teknologi. Ibadah dan sains harus berjalan beriringan," ujarnya di hadapan khalayak yang hadir.
Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dari berbagai organisasi Islam di Australia. Dalam sambutannya, JK mengapresiasi kontribusi komunitas Muslim di Australia yang telah aktif berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat dan memperkuat hubungan antaragama.
Pendidikan dan Inovasi di Masjid
Masjid Hajjah Yuliana diharapkan dapat menjadi rumah inovasi dan pendidikan. JK menyampaikan bahwa masjid harus menjadi tempat di mana komunitas bisa belajar banyak hal, termasuk teknologi modern, keterampilan sosial, dan nilai-nilai luhur Islam.
Kepala Masjid Hajjah Yuliana, Ustadz Ahmad, mengatakan bahwa masjid ini akan mengadakan berbagai program pendidikan dan pelatihan bagi pemuda dan masyarakat sekitar. "Kami ingin mendukung anak-anak muda untuk tidak hanya belajar agama, tetapi juga ilmu pengetahuan agar mereka siap menghadapi tantangan global," ujarnya.
Membangun Komunitas Multikultural
Pada kesempatan yang sama, JK juga menggarisbawahi pentingnya membangun komunitas multikultural yang saling menghormati. Menurutnya, keragaman adalah kekuatan yang harus dirayakan dan dipelihara. "Kita hidup di negara yang multikultural, jadi penting bagi kita untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat lainnya," tambahnya.
Dengan diresmikannya Masjid Hajjah Yuliana, diharapkan dapat memperkuat kontribusi umat Islam di Australia dalam menciptakan harmoni sosial dan saling pengertian di antara berbagai etnis dan budaya.