Restu Para Kiai Menyertai Gus Hery Maju sebagai Kandidat Ketum PBNU, Termasuk dari Kiai Said
Jakarta, Indonesia – Gus Hery, sosok yang dikenal dekat dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU), resmi mengumumkan diri sebagai kandidat Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode mendatang. Dukungan yang mengalir dari para kiai dan tokoh NU, termasuk Kiai Said Aqil Siroj, menjadi modal berharga bagi Gus Hery dalam meraih posisi strategis ini.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (24/10), Gus Hery menyampaikan tekadnya untuk membawa PBNU ke arah yang lebih progresif dan inklusif. Dia menekankan pentingnya peran NU dalam menjawab tantangan zaman, terutama di kalangan generasi muda.
Dukungan Para Kiai
Dukungan yang diberikan oleh Kiai Said menjadi sorotan dalam pengumuman tersebut. Sebagai salah satu tokoh NU yang berpengaruh, Kiai Said mengungkapkan keyakinannya bahwa Gus Hery memiliki kapabilitas dan integritas yang diperlukan untuk memimpin organisasi besar ini.
- Kiai Said Aqil Siroj: "Gus Hery adalah pemimpin yang kita butuhkan di era modern ini. Dia paham dengan tantangan yang dihadapi masyarakat dan memiliki visi yang jelas untuk NU ke depan."
- Nuansa kebersamaan: Dalam kesempatan tersebut, beberapa kiai lainnya juga memberikan dukungan yang sama, menandakan adanya kesatuan dalam tubuh NU untuk mendukung kepemimpinan Gus Hery.
Visi Misi Gus Hery
Gus Hery menyampaikan beberapa visi misi strategis yang ingin diusung jika terpilih sebagai Ketum PBNU. Beberapa di antaranya meliputi:
- Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk santri.
- Mendorong penggunaan teknologi informasi di kalangan nahdliyin.
- Memperkuat peran NU dalam isu-isu sosial dan kemanusiaan.
Dengan dukungan yang kuat dari para kiai dan komunitas, Gus Hery optimis dapat melaksanakan tugas besar ini serta menjadikan PBNU sebagai organisasi yang lebih relevan di masa depan.
Proses pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan berlangsung pada Muktamar NU mendatang yang akan dilaksanakan di Lampung pada awal Desember 2023. Momen ini diharapkan dapat memperkuat soliditas dan arah gerakan NU di Indonesia.