PORTALSOLUSINDO
Nasional

RMI-NU DKI: Setop Normalisasi Kekerasan Seksual di Pesantren

Oleh: Reza RahadianSabtu, 04 Juli 2026 pukul 10.35
RMI-NU DKI: Setop Normalisasi Kekerasan Seksual di Pesantren
[Iklan AdSense 728x90]

RMI-NU DKI: Setop Normalisasi Kekerasan Seksual di Pesantren

Jakarta, 28 Maret 2023 - Ranting Muda Islam Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta mengeluarkan pernyataan tegas mengenai perlunya menghentikan normalisasi kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang isu ini di kalangan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Kekerasan seksual yang terjadi di berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren, menjadi perhatian serius bagi banyak pihak. RMI-NU DKI menekankan bahwa kejadian-kejadian tersebut bukan hanya merupakan masalah individu, tetapi telah menjadi tradisi buruk yang seharusnya dihentikan dan diperangi bersama.

  • Mendorong Kesadaran: RMI-NU DKI mengajak masyarakat untuk lebih aware terhadap adanya isu kekerasan seksual yang sering kali ditutupi. Masyarakat diminta untuk berani berbicara dan melaporkan jika menemukan kasus pelecehan.
  • Pendidikan dan Pelatihan: RMI-NU DKI juga merekomendasikan perlunya pelatihan tentang hak-hak asasi manusia serta edukasi tentang kekerasan seksual di pesantren. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada santri dan pengasuh pesantren.
  • Bentuk Pencegahan: Dalam pernyataannya, RMI-NU DKI juga menyerukan agar setiap pesantren memiliki mekanisme pencegahan dan pengaduan terkait kekerasan seksual agar korban tidak merasa terasing dan bisa mendapatkan dukungan.

“Kita tidak bisa diam dan membiarkan isu kekerasan seksual ini terus berlangsung. Mari kita semua berperan aktif untuk menghentikan normalisasi tayangan kekerasan seksual, bukan hanya di pesantren tetapi di seluruh aspek kehidupan,” ungkap ketua RMI-NU DKI Jakarta, Dr. Ahmad Faiza.

RMI-NU DKI juga mengajak para orang tua dan masyarakat untuk lebih peka terhadap keadaan anak-anak mereka, serta memberikan edukasi yang cukup tentang masalah ini. Dengan demikian, diharapkan generasi mendatang tidak lagi mengalami atau menjadi pelaku kekerasan seksual.

Di akhir konferensi pers, RMI-NU DKI merencanakan serangkaian kampanye dan kegiatan yang berfokus pada pendidikan seks yang sehat dan pengenalan terhadap kekerasan seksual sebagai langkah konkret untuk menciptakan pesantren yang aman dan nyaman bagi semua santri.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.