Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memberikan keterangan mengenai prosesi pemakaman Guruh Soekarnoputra. Dalam penjelasannya, Sandiaga mengungkapkan sebuah detail menyentuh terkait kain kafan yang digunakan untuk membungkus jenazah musisi sekaligus putra bungsu Presiden pertama RI tersebut.
Menurut Sandiaga, jenazah Guruh Soekarnoputra dikafani menggunakan kain yang merupakan salah satu favorit mendiang ibundanya, Fatmawati. Hal ini memberikan makna mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, seolah menjadi bentuk penghormatan terakhir serta simbol ikatan kasih sayang antara seorang anak dan ibu yang tetap terjaga hingga akhir hayat.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh kerabat serta kolega dekat. Kehadiran Sandiaga Uno dalam momen tersebut juga menunjukkan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan sosok yang dikenal memiliki kontribusi besar dalam dunia seni dan budaya Indonesia.
Keluarga berharap doa dari masyarakat agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepergian Guruh meninggalkan duka mendalam, mengingat peran pentingnya dalam menjaga warisan seni keluarga Soekarno serta dedikasinya dalam berkarya bagi bangsa.
Sebagai informasi tambahan, Fatmawati dikenal luas dalam sejarah Indonesia sebagai sosok yang menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih. Beliau merupakan istri dari Presiden Soekarno dan sosok ibu bagi Guruh Soekarnoputra. Keluarga besar Soekarno sendiri memiliki pengaruh besar dalam sejarah politik dan kebudayaan Indonesia, dengan banyak keturunannya yang aktif berkontribusi di berbagai bidang mulai dari pemerintahan hingga seni pertunjukan.






