Sekjen IAEI: AI Harus Dipandu Maqasid Syariah Agar Jadi Instrumen Kemaslahatan Berkelanjutan
Jakarta, 10 Oktober 2023 - Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) menyampaikan pentingnya panduan Maqasid Syariah dalam pengembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) agar dapat berkontribusi pada kemaslahatan umat. Dalam diskusi yang diadakan di Jakarta, para ahli dan praktisi berkomentar bahwa AI yang berkembang pesat perlu diarahkan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah untuk memastikan kebermanfaatannya bagi masyarakat.
Menurut Sekjen IAEI, pengembangan teknologi harus memiliki landasan etika dan moral, terutama di tengah tantangan dan potensi risiko yang dihadapi oleh masyarakat. “Dengan mengintegrasikan Maqasid Syariah, kita bisa memastikan bahwa teknologi, terutama AI, memberikan manfaat yang maksimal dan meminimalisir dampak negatif,” ujarnya.
Pentingnya Maqasid Syariah dalam Teknologi
Maqasid Syariah, yang merupakan tujuan utama dalam hukum Islam, mencakup perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dalam konteks AI, penerapan prinsip-prinsip ini berarti menciptakan teknologi yang tidak hanya inovatif tetapi juga bertanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Menjaga privasi dan keamanan data individu.
- Mengurangi kesenjangan sosial melalui aksesibilitas teknologi.
- Memberikan peluang kerja baru yang berkelanjutan.
“AI dapat menjadi instrumen yang kuat dalam menciptakan kemaslahatan berkelanjutan jika didukung oleh kerangka etik yang jelas. Kita tidak bisa hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan budaya yang ditimbulkannya,” tambah Sekjen IAEI.
Strategi Implementasi
Dalam upaya mengintegrasikan Maqasid Syariah ke dalam pengembangan AI, IAEI merekomendasikan sejumlah strategi, antara lain:
- Pengembangan kebijakan yang mendukung inovasi berkelanjutan.
- Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.
- Pendidikan dan pelatihan bagi para profesional dalam bidang teknologi yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam.
Diskusi yang dihadiri oleh berbagai stakeholder ini diharapkan dapat mendorong inisiatif dalam mengarahkan perkembangan AI ke jalur yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kepentingan umum.