PORTALSOLUSINDO
Nasional

Sejak Dijajah Belanda, Sistem Pendidikan di Indonesia tak Memihak Rakyat Kecil

Oleh: Reza RahadianRabu, 01 Juli 2026 pukul 02.39
Sejak Dijajah Belanda, Sistem Pendidikan di Indonesia tak Memihak Rakyat Kecil
[Iklan AdSense 728x90]

Sejak Dijajah Belanda, Sistem Pendidikan di Indonesia Tak Memihak Rakyat Kecil

Jakarta, Berita Nasional - Sistem pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak zaman kolonial Belanda. Namun, banyak kalangan mencatat bahwa hingga saat ini, perhatian terhadap pendidikan rakyat kecil masih minim. Studi sejarah menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia pada masa penjajahan lebih memprioritaskan kepentingan kolonial dibandingkan dengan kebutuhan anak-anak dari kalangan bawah.

Sejarah mencatat bahwa pendidikan di era penjajahan Belanda mulai diperkenalkan pada awal abad ke-20. Namun, pendidikan tersebut tidak merata dan lebih cenderung menguntungkan kalangan elit. Sekolah-sekolah yang dibangun pada masa itu didesain untuk mendidik para pegawai pemerintah kolonial dan anak-anak dari keluarga pribumi yang berpengaruh.

  • Keterbatasan Akses Pendidikan: Hanya anak-anak dari kalangan kaya dan elit yang dapat mengakses pendidikan formal, sedangkan rakyat kecil terpaksa mengandalkan pendidikan seadanya.
  • Diskriminasi dalam Kurikulum: Materi yang diajarkan lebih banyak berfokus pada sejarah dan budaya Belanda, tanpa memberikan ruang bagi pelajaran tentang budaya lokal.
  • Pendidikan yang Belum Merata: Ketidakadilan dalam penyebaran sekolah menyebabkan banyak daerah terpencil yang kekurangan fasilitas pendidikan.

Pascakemerdekaan, meskipun telah ada berbagai upaya untuk memperbaiki sistem pendidikan, kesenjangan masih tetap ada. Pendidikan yang idealnya menjadi hak setiap warga negara, sering kali terhambat oleh faktor ekonomi dan lokasi geografis.

Beberapa lembaga nonprofit dan pemerintah mencoba mengatasi masalah ini dengan program pendidikan yang menjangkau daerah terpencil. Namun, tantangan untuk membuat pendidikan yang setara dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada lebih dari 5 juta anak Indonesia yang terpaksa putus sekolah karena alasan ekonomi. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan di Indonesia, meskipun telah banyak perubahan, masih memerlukan perhatian khusus untuk memastikan bahwa rakyat kecil mendapat akses pendidikan yang layak.

Di tengah semua tantangan ini, berbagai gerakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk semua lapisan masyarakat terus mendapat dukungan. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam memperjuangkan hak pendidikan dan mendukung program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.