Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan perhatian serius terhadap rencana pembangunan proyek pusat data atau data center yang berlokasi di kawasan Jatiluhur. Langkah ini diambil menyusul adanya keresahan yang berkembang di tengah masyarakat terkait dampak lingkungan dari pembangunan fasilitas skala besar tersebut.
Dedi Mulyadi menekankan pentingnya keterbukaan informasi, terutama mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari proyek tersebut. Menurutnya, dokumen AMDAL seharusnya tidak menjadi rahasia dan harus dapat diakses oleh publik agar masyarakat dapat memahami risiko serta mitigasi yang telah disiapkan oleh pengembang.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa kawasan Jatiluhur merupakan aset publik yang memiliki fungsi strategis bagi kepentingan orang banyak, bukan merupakan area privat yang bisa dikelola secara tertutup. Oleh karena itu, setiap pembangunan yang dilakukan di wilayah tersebut wajib mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Intervensi Gubernur Jabar ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran warga sekaligus memastikan bahwa pembangunan infrastruktur digital di wilayah Jawa Barat tetap berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat. Dedi meminta pihak terkait untuk segera membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai dampak proyek data center tersebut terhadap ekosistem di sekitar Jatiluhur.






