PORTALSOLUSINDO
Gaya Hidup

Studi: Pemberian ASI Eksklusif Bisa Menurunkan Risiko ADHD pada Anak

Oleh: Reza RahadianRabu, 01 Juli 2026 pukul 17.42
Studi: Pemberian ASI Eksklusif Bisa Menurunkan Risiko ADHD pada Anak
[Iklan AdSense 728x90]

Studi: Pemberian ASI Eksklusif Bisa Menurunkan Risiko ADHD pada Anak

Jakarta, Portal Berita Indonesia - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan dapat menurunkan risiko Developmental Attention Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak. Temuan ini memberikan angin segar bagi banyak orang tua yang berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi kesehatan dan perkembangan anak mereka.

Studi yang dipublikasikan di jurnal pediatri terkemuka ini melibatkan ribuan anak dan menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima ASI eksklusif memiliki prevalensi ADHD yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan ASI. Para peneliti dari Universitas Terkenal di Jakarta mengatakan bahwa ASI mengandung berbagai nutrisi penting yang berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf anak.

Mengapa ASI Eksklusif Penting?

ASI eksklusif memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi pada enam bulan pertama kehidupan mereka. Berikut adalah beberapa keuntungan dari pemberian ASI eksklusif:

  • Menunjang Perkembangan Otak: ASI mengandung DHA dan ARA, yang merupakan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang penting untuk perkembangan otak.
  • Meningkatkan Imunitas: ASI memiliki antibodi yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi.
  • Mencegah Obesitas: Penelitian menunjukkan bahwa anak yang disusui secara eksklusif lebih mungkin memiliki berat badan yang sehat saat dewasa.
  • Interaksi Emosional: Proses menyusui dapat memperkuat ikatan antara ibu dan anak, yang penting untuk perkembangan emosional.

Rekomendasi dari Ahli Kesehatan

Dokter spesialis anak, Dr. Siti Rahmawati, merekomendasikan agar seluruh ibu yang baru melahirkan berusaha untuk memberikan ASI eksklusif. "ASI bukan hanya memberikan nutrisi, tetapi juga melindungi anak dari berbagai penyakit dalam jangka panjang," tambahnya.

Pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mendukung program ini dengan berbagai kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ASI. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, persentase ibu yang memberikan ASI eksklusif di Indonesia masih sekitar 37%, jauh dari target global sebesar 50%.

Kesimpulan

Dengan hasil studi yang menunjukkan manfaat ASI eksklusif dalam mengurangi risiko ADHD, diharapkan lebih banyak ibu yang merasa terdorong untuk memberikan ASI pada anak-anak mereka. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat juga sangat penting agar informasi ini bisa disebarluaskan dengan baik.

Untuk berita lebih lanjut dan informasi seputar kesehatan anak, kunjungi portal berita kesehatan terpercaya lainnya.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.