PORTALSOLUSINDO
Ekonomi

Tenggara Sebut Pemadaman Listrik Bukti Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara

Oleh: Reza RahadianSabtu, 04 Juli 2026 pukul 01.25
Tenggara Sebut Pemadaman Listrik Bukti Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
[Iklan AdSense 728x90]

Tenggara Sebut Pemadaman Listrik Bukti Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara

JAKARTA - Dalam beberapa waktu terakhir, pemadaman listrik yang terjadi di berbagai daerah telah menjadi sorotan publik. Menurut Direktur Eksekutif Tenggara, sebuah lembaga kajian energi, kejadian ini merupakan indikasi pentingnya sinkronisasi antara Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAB) dengan pasokan batu bara di Indonesia.

Direktur Eksekutif Tenggara, Anton Wahyudi, menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi bukan semata-mata akibat kurangnya pasokan energi, tetapi juga disebabkan oleh buruknya pengelolaan RKAB di sektor pertambangan. "Jika RKAB tidak disinkronkan dengan pasokan batu bara yang optimal, maka dampaknya bisa sangat serius bagi ketahanan energi kita," ujarnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh PT PLN (Persero), selama periode 2023, pemadaman listrik telah meningkat hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini memicu kegelisahan di kalangan masyarakat dan pelaku industri, khususnya yang sangat bergantung pada kelistrikan.

Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara

Tenggara menyoroti faktor utama ketidakcocokan pasokan batu bara dengan RKAB yang telah ditetapkan. Dalam pengelolaan sumber daya alam, terutama batu bara, perlu ada perencanaan yang sistematis. "Kerjasama yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan pihak terkait harus dibangun untuk memastikan pasokan batu bara dapat memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan," kata Anton.

  • Pengawasan Ketat: Perlunya pengawasan terhadap perusahaan tambang agar memenuhi kuota pasokan yang telah direncanakan.
  • Regulasi yang Kuat: Diperlukan regulasi yang jelas agar RKAB dan pasokan batu bara bisa terintegrasi dengan baik.
  • Penyelesaian Masalah Infrastruktur: Memperbaiki infrastruktur distribusi batu bara agar tidak terhambat di tengah perjalanan.

Anton menambahkan, jika masalah ini tidak segera ditangani, maka dampak buruk bagi ekonomi dan ketahanan energi nasional akan semakin parah. "Krisis listrik bukan hanya masalah teknis, tetapi juga isu keberlanjutan dan keadilan sosial di masyarakat," pungkasnya.

Sebagai penutup, Tenggara berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini sebelum dampaknya semakin meluas.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.