Calon Kapolri, Suyudi Ario Seto, memberikan tanggapan terkait sejumlah hasil survei terbaru yang mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, tren positif dalam survei tersebut merupakan indikator penting bagi kinerja kepolisian di mata publik.
Suyudi menekankan bahwa angka kepercayaan yang baik bukan sekadar statistik, melainkan modal sosial yang sangat berharga bagi Polri dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum dan pelayanan masyarakat. Kepercayaan publik yang tinggi diyakini dapat memudahkan koordinasi antara petugas di lapangan dengan warga, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa dukungan masyarakat adalah energi tambahan bagi setiap personel Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme. Dengan adanya legitimasi positif dari publik, institusi Polri diharapkan dapat lebih efektif dalam mengimplementasikan berbagai program strategis, terutama yang berkaitan dengan pencegahan kejahatan dan penguatan perlindungan hak asasi manusia.
Meski demikian, capaian positif dalam survei tersebut tidak boleh membuat institusi Polri merasa cepat puas. Suyudi mengisyaratkan pentingnya konsistensi dalam menjaga integritas dan transparansi agar kepercayaan yang telah terbangun tidak tergerus oleh berbagai tantangan internal maupun eksternal di masa mendatang.
Sebagai institusi utama dalam penegakan hukum di Indonesia, Polri memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas nasional. Tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian sering kali menjadi barometer keberhasilan pemerintah dalam menciptakan rasa aman bagi warga negara, mengingat Polri bersentuhan langsung dengan masyarakat mulai dari level desa hingga kota besar melalui berbagai satuan kerja seperti Polsek dan Polres.






