Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, secara resmi menyerahkan 12 unit kendaraan tempur serang amfibi jenis Assault Amphibious Vehicle (AAV) M-35 kepada Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL). Penyerahan armada tempur terbaru ini dilakukan dalam sebuah seremoni yang dipimpin langsung oleh Menhan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara.
Kehadiran 12 unit AAV M-35 ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional Korps Marinir, terutama dalam menjalankan misi pendaratan amfibi dan operasi serangan pantai. Kendaraan tempur ini dirancang khusus untuk bergerak di dua medan, yakni air dan darat, sehingga memberikan fleksibilitas tinggi bagi pasukan dalam melakukan mobilisasi cepat dari kapal perang menuju area sasaran di daratan.
Penambahan alutsista ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Pertahanan untuk memodernisasi peralatan tempur TNI. Dengan spesifikasi yang mumpuni, AAV M-35 diproyeksikan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi personel sekaligus daya gempur yang efektif dalam menghadapi berbagai ancaman kedaulatan wilayah perairan dan pesisir Indonesia.
Penguatan Korps Marinir melalui pengadaan kendaraan amfibi ini juga menjadi sinyal penting bagi kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan. Integrasi teknologi tempur terbaru ini diharapkan dapat menyinkronkan taktik operasi gabungan antara unsur laut dan darat agar lebih efisien dan mematikan dalam situasi konflik.
Sebagai informasi, Korps Marinir merupakan pasukan pendarat elit TNI Angkatan Laut yang memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, kemampuan operasi amfibi menjadi sangat krusial bagi militer untuk melakukan proyeksi kekuatan di berbagai titik strategis, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar.






