Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara resmi meluncurkan program pelatihan intensif bagi 100 peserta yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Inisiatif bertajuk 'SMK Go Global' ini dirancang khusus untuk membekali para lulusan muda dengan keterampilan praktis sebagai barista yang memenuhi standar industri internasional.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis para peserta agar memiliki daya saing tinggi saat memasuki pasar kerja di luar negeri. Selain penguasaan teknik pembuatan kopi yang profesional, para peserta juga diberikan pembekalan mengenai etika kerja dan adaptasi budaya di negara tujuan, sehingga mereka tidak hanya unggul secara keterampilan tetapi juga siap secara mental.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran lulusan SMK sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia di kancah global. Dengan sertifikasi dan pelatihan yang terukur, diharapkan para lulusan ini dapat mengisi posisi pekerjaan yang layak dengan remunerasi yang kompetitif di mancanegara.
KP2MI menekankan bahwa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri harus dilakukan melalui jalur resmi dan terencana. Oleh karena itu, program SMK Go Global menjadi jembatan legal yang memastikan para pekerja migran muda mendapatkan perlindungan hukum dan jaminan keselamatan kerja sejak masa pelatihan hingga penempatan di perusahaan mitra di luar negeri.






