Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, mengambil langkah strategis untuk mendongkrak taraf hidup masyarakat melalui sektor pertanian. Fokus utama dari program ini adalah pengembangan perkebunan kopi yang akan diimplementasikan di 328 kampung serta empat kelurahan di wilayah tersebut.
Inisiatif ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi alam lokal sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi penduduk desa. Dengan mendorong penanaman kopi secara luas, pemerintah daerah berharap komoditas ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di wilayah Jayawijaya.
Pengembangan kebun kopi ini tidak hanya menyasar pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada pemberdayaan petani lokal agar mampu mengelola lahan mereka dengan lebih produktif. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan agar komoditas kopi dari Jayawijaya dapat memiliki nilai jual yang bersaing dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Melalui program ini, diharapkan terjadi transformasi ekonomi di tingkat akar rumput, di mana ketergantungan masyarakat terhadap sektor ekonomi tertentu dapat dikurangi dengan diversifikasi hasil bumi. Kopi dipilih karena memiliki permintaan pasar yang stabil dan karakteristik lahan di Jayawijaya yang dinilai sangat cocok untuk budidaya tanaman tersebut.
Sebagai informasi tambahan, wilayah pegunungan di Papua memang memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi arabika karena ketinggian lahan dan kondisi iklim yang mendukung. Kopi Papua telah lama dikenal memiliki cita rasa yang khas dan kualitas tinggi, sehingga pengembangan sektor ini secara sistematis di tingkat kampung diharapkan dapat memperkuat posisi Papua Pegunungan sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas di Indonesia.






