Kondisi perpustakaan sekolah yang kurang terawat seringkali menjadi penghambat bagi siswa dalam mengakses ilmu pengetahuan. Menyadari hal tersebut, sejumlah siswa bersama para guru di wilayah Bomberay mengambil langkah nyata dengan melakukan penataan ulang ruang perpustakaan sekolah mereka agar menjadi tempat yang lebih nyaman untuk membaca.
Kegiatan gotong royong ini difokuskan pada pengorganisasian kembali buku-buku yang sebelumnya tersusun berantakan di rak. Dengan penataan yang lebih sistematis, diharapkan para siswa dapat menemukan referensi bacaan dengan lebih mudah dan cepat. Selain merapikan koleksi buku, perubahan tata letak ruang juga dilakukan guna menciptakan atmosfer belajar yang lebih kondusif dan menarik minat kunjung siswa.
Langkah kecil ini menjadi respons lokal terhadap tantangan besar dunia pendidikan di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2022, skor literasi membaca Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 12 poin dibandingkan hasil tahun 2018. Angka ini tercatat sebagai skor terendah sejak Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam asesmen PISA.
Penurunan skor literasi tersebut menunjukkan bahwa minat dan kemampuan membaca siswa di tingkat nasional masih memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, inisiatif dari lingkungan sekolah di Bomberay ini dianggap sebagai langkah awal yang penting untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Dengan menyediakan fasilitas perpustakaan yang layak dan terorganisir, sekolah berharap siswa tidak lagi menganggap membaca sebagai beban, melainkan sebuah kebutuhan dan kegemaran.
Kondisi literasi yang rendah di Indonesia memang menjadi isu kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan akses buku berkualitas hingga kurangnya pembiasaan membaca di lingkungan keluarga dan sekolah. Peningkatan fasilitas perpustakaan sekolah merupakan salah satu strategi kunci dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi dasar bagi generasi muda.






