Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Elektronika melakukan langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Gunungkidul. Upaya ini diwujudkan melalui program edukasi pengolahan limbah air cucian rumput laut agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai guna.
Inisiatif ini dipimpin oleh Athanasia Amanda Septevani, seorang peneliti dari Pusat Riset Elektronika BRIN. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada warga setempat mengenai cara mengelola sisa air hasil pencucian rumput laut yang selama ini cenderung terbuang begitu saja. Dengan penerapan teknologi dan metode pengolahan yang tepat, limbah cair tersebut dapat ditransformasikan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi ekonomi kreatif warga.
Proses pemberdayaan ini tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung agar masyarakat mampu mengimplementasikan teknik pengolahan limbah secara mandiri. Hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan akibat pembuangan limbah air cucian rumput laut yang tidak terkelola, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat di wilayah Gunungkidul melalui produk turunan yang dihasilkan.
Melalui kolaborasi antara peneliti dan warga, BRIN berharap inovasi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi industri rumput laut skala kecil di daerah tersebut. Dengan mengubah limbah menjadi aset, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem laut, tetapi juga meningkatkan taraf hidup melalui pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan bertanggung jawab.






