Kementerian Perdagangan (Kemendag) bertekad memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai batu loncatan strategis untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat citra merek kopi Indonesia di kancah internasional. Langkah ini diambil guna memastikan komoditas unggulan tanah air tidak hanya dikenal secara kuantitas, tetapi juga memiliki nilai tambah yang tinggi di mata konsumen global.
Melalui pameran dagang berskala internasional tersebut, pemerintah berharap dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara produsen kopi lokal dengan para pembeli potensial dari berbagai negara. Fokus utama dari strategi ini adalah menggeser persepsi pasar agar kopi Indonesia tidak lagi dipandang sekadar sebagai bahan baku mentah, melainkan sebagai produk bermerek yang memiliki karakteristik unik dan kualitas premium.
Kemendag menilai bahwa TEI 2026 merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan berbagai varian kopi nusantara yang memiliki kekhasan rasa berdasarkan daerah asalnya. Dengan penguatan branding yang konsisten, diharapkan permintaan terhadap kopi olahan asal Indonesia akan meningkat, yang pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan nilai ekspor dan kesejahteraan para petani kopi di dalam negeri.
Upaya penguatan merek ini juga mencakup fasilitasi pertemuan bisnis (business matching) yang lebih terukur antara eksportir dengan importir mancanegara. Dengan demikian, akses pasar bagi kopi Indonesia dapat semakin terbuka lebar, sekaligus memperkuat posisi tawar produk pertanian Indonesia dalam rantai pasok kopi dunia.
Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang telah lama dikenal dunia karena keberagaman jenis dan kualitasnya. Sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, Indonesia memiliki berbagai varietas kopi khas daerah, seperti kopi Gayo, Toraja, dan Mandheling, yang menjadi daya tarik utama bagi pecinta kopi internasional dan berkontribusi signifikan terhadap devisa negara.






