Industri asuransi jiwa di Indonesia saat ini tengah memperluas jangkauan produk investasi mereka dengan menawarkan Polis Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink berbasis mata uang asing. Langkah strategis ini diambil oleh sejumlah perusahaan asuransi untuk memberikan diversifikasi aset bagi para nasabah yang menginginkan perlindungan sekaligus investasi dalam denominasi valuta asing.
Salah satu produk yang menjadi sorotan dan memberikan kontribusi signifikan dalam tren ini adalah GREAT Investlink Protection. Produk tersebut kini menjadi salah satu pilihan utama bagi nasabah yang mencari instrumen perlindungan jiwa yang terintegrasi dengan peluang pertumbuhan nilai investasi dalam mata uang asing.
Kehadiran produk berbasis mata uang asing, termasuk penggunaan Dolar Singapura (SGD), menunjukkan adanya pergeseran preferensi nasabah yang kini lebih terbuka terhadap instrumen keuangan global. Dengan menawarkan pilihan mata uang asing, perusahaan asuransi berupaya memberikan fleksibilitas lebih bagi pemegang polis, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan finansial atau rencana masa depan yang berkaitan dengan transaksi internasional.
Strategi pemasaran yang masif terhadap produk unitlink mata uang asing ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan asuransi di tengah dinamika pasar keuangan yang fluktuatif. Selain memberikan proteksi kesehatan dan jiwa, fitur investasi dalam valas dipandang mampu menjadi lindung nilai (hedging) terhadap risiko penurunan nilai tukar mata uang lokal.






