Pemerintah melalui otoritas terkait tengah melaksanakan langkah pemeliharaan intensif terhadap struktur Mahastupa di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Tindakan pemugaran ini dilakukan setelah ditemukan adanya indikasi pergeseran pada bagian yasti serta munculnya pelapukan baru pada material bangunan candi.
Proses perbaikan yang terpantau pada Selasa (29/9/2026) tersebut melibatkan para tenaga ahli dan pekerja yang fokus pada pemulihan stabilitas struktur. Kerusakan yang terjadi, berupa pergeseran posisi yasti (tiang penyangga) dan pengikisan material akibat cuaca serta usia, dinilai perlu segera ditangani guna mencegah kerusakan yang lebih parah di masa mendatang.
Langkah pemugaran ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga keutuhan bangunan bersejarah tersebut. Mengingat posisinya sebagai situs warisan dunia, setiap tindakan konservasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan mengikuti standar teknis yang ketat agar tidak mengubah keaslian arsitektur asli Candi Borobudur.
Upaya pemeliharaan rutin seperti ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola, mengingat kondisi lingkungan yang dinamis dan paparan cuaca ekstrem yang dapat mempercepat proses pelapukan batu candi. Pemugaran ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi estetika dan struktural Mahastupa sehingga tetap kokoh bagi generasi mendatang.
Candi Borobudur sendiri merupakan monumen Buddha terbesar di dunia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sebagai salah satu destinasi wisata religi dan budaya utama di Indonesia, candi ini tidak hanya menjadi simbol kemegahan arsitektur masa lalu, tetapi juga menjadi pusat perhatian dunia dalam hal pelestarian cagar budaya yang rentan terhadap dampak alam dan aktivitas manusia.






