Masyarakat di Kampung Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini tengah berfokus pada proses pembangunan kembali infrastruktur pemukiman dan tempat ibadah yang sempat rusak akibat musibah kebakaran. Upaya rehabilitasi ini mencakup pembangunan ulang rumah-rumah adat serta Masjid Sade yang menjadi pusat kegiatan religi warga setempat.
Dalam proses rekonstruksinya, warga berkomitmen penuh untuk tetap mempertahankan bentuk, struktur, dan karakter asli dari kawasan adat Sasak tersebut. Hal ini dilakukan agar nilai-nilai historis dan identitas budaya yang melekat pada Kampung Sade tidak hilang meskipun harus dibangun dari awal. Penggunaan material tradisional dan teknik pembangunan kuno tetap dipertahankan guna menjaga autentisitas arsitektur khas suku Sasak.
Kerja bakti dan gotong royong menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan kembali kawasan ini. Warga bahu-membahu memastikan bahwa setiap detail bangunan kembali menyerupai kondisi sebelum bencana terjadi. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memulihkan tempat tinggal, tetapi juga untuk menjaga daya tarik Kampung Sade sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Upaya pelestarian ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi sosial dan budaya masyarakat adat Sade secepat mungkin. Dengan mempertahankan arsitektur asli, generasi mendatang tetap dapat mengenal dan mempelajari warisan leluhur mereka, sekaligus memastikan bahwa ekosistem pariwisata berbasis budaya di desa tersebut dapat berjalan normal kembali.






