Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menekankan pentingnya program revitalisasi sekolah dasar (SD) di wilayah Cirebon. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif dan nyaman.
Menurut Abdul Mu'ti, perbaikan fasilitas belajar menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi ini. Kondisi fisik bangunan sekolah yang memadai diyakini memiliki korelasi positif terhadap semangat belajar siswa serta produktivitas guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Oleh karena itu, fokus utama dari program ini adalah membenahi berbagai kerusakan fasilitas yang ada di sekolah-sekolah dasar di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan bahwa revitalisasi tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan kondusif. Dengan fasilitas yang lebih layak, diharapkan kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dapat dikurangi, sehingga siswa di Cirebon mendapatkan standar layanan pendidikan yang setara dengan wilayah lainnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi peningkatan mutu pendidikan dasar secara menyeluruh. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan revitalisasi ini agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi siswa sejak dini melalui dukungan infrastruktur yang mumpuni.
Revitalisasi bangunan sekolah merupakan bagian dari agenda besar pemerintah Indonesia dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia. Infrastruktur pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi emas, mengingat sekolah dasar adalah tahap awal pembentukan karakter dan kemampuan literasi serta numerasi anak sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.






