Tim penyelamat berhasil mengevakuasi sejumlah satwa liar yang terjebak dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Aksi penyelamatan ini menjadi fokus utama guna meminimalisir jumlah korban satwa akibat bencana alam yang menghanguskan habitat asli mereka.
Salah satu satwa yang berhasil diselamatkan adalah seekor induk orang utan yang diberi nama Sindi. Satwa primata endemik ini ditemukan terjebak di atas pohon saat api mulai merambat di area tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan kondisi kesehatan Sindi tetap terjaga setelah terpapar asap tebal dan panas api.
Tidak hanya orang utan, petugas di lapangan juga berhasil mengamankan seekor trenggiling. Satwa bersisik tersebut memiliki bobot sekitar 10 kilogram. Penyelamatan trenggiling ini menambah daftar keberhasilan tim evakuasi dalam melindungi fauna langka yang terancam oleh kobaran api di wilayah Kotawaringin Timur.
Kini, satwa-satwa yang telah dievakuasi tersebut mendapatkan perawatan lebih lanjut. Langkah ini diambil untuk memastikan mereka pulih sepenuhnya dari trauma dan dampak kesehatan akibat paparan asap sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat yang aman.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman tahunan yang serius di wilayah Kalimantan, termasuk Kotawaringin Timur. Fenomena ini tidak hanya merusak ekosistem hutan hujan tropis, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup spesies langka seperti orang utan dan trenggiling yang status konservasinya terancam punah. Upaya mitigasi dan pemadaman dini menjadi kunci penting dalam melindungi biodiversitas Indonesia dari kerusakan permanen.






