PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah strategis untuk mengatasi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Ketapang. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat kapasitas angkut armada guna memastikan kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Direktur PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ini menjadi prioritas utama perusahaan dalam merespons lonjakan volume kendaraan. Meskipun fokus utama adalah pada percepatan pengosongan antrean, pihak manajemen memastikan bahwa seluruh prosedur operasional tetap dijalankan dengan standar keselamatan yang ketat.
Optimalisasi armada dilakukan untuk meminimalkan waktu tunggu pengguna jasa di pelabuhan. Dengan menambah frekuensi atau kapasitas angkut, diharapkan distribusi kendaraan dapat berjalan lebih efisien sehingga tidak terjadi kemacetan panjang yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan di area pelabuhan.
Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang melakukan perjalanan lintas pulau. Pengawasan intensif terus dilakukan di lapangan untuk memantau pergerakan kendaraan dan memastikan bahwa setiap armada yang beroperasi dalam kondisi laik laut serta memenuhi aspek keamanan bagi penumpang dan kendaraan yang diangkut.
Lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk merupakan jalur penghubung utama antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Sebagai urat nadi transportasi darat, jalur ini seringkali mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan, terutama pada masa libur panjang, akhir pekan, atau hari besar keagamaan. Oleh karena itu, manajemen arus kendaraan di kedua pelabuhan tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas logistik dan mobilitas wisatawan di wilayah tersebut.






