PORTALSOLUSINDO
Nasional

Viral Preman Kampung Palak dan Intimidasi Perajin Kayu di KBB, Polisi Buru Pelaku

Oleh: Reza RahadianSelasa, 07 Juli 2026 pukul 13.23
Viral Preman Kampung Palak dan Intimidasi Perajin Kayu di KBB, Polisi Buru Pelaku
[Iklan AdSense 728x90]

Viral Preman Kampung Palak dan Intimidasi Perajin Kayu di KBB, Polisi Buru Pelaku

Kasus premanisme yang terjadi di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Barat (KBB) baru-baru ini viral di media sosial. Insiden ini melibatkan sekelompok orang yang diduga melakukan pemalakan dan intimidasi terhadap perajin kayu setempat. Video yang menunjukkan tindakan para pelaku telah menyebar luas, menimbulkan rasa kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang dengan sikap agresif mendekati para perajin kayu, meminta sejumlah uang sebagai 'biaya keamanan'. Hal ini membuat perajin kayu merasa terancam dan terpaksa membayar agar tidak mengalami gangguan dalam proses kerja mereka.

Pernyataan Pihak Kepolisian

Kapolres Bandung Barat, AKBP Arif Rohman, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. "Kami tidak akan mentolerir tindakan premanisme di wilayah hukum kami. Kami sudah mengidentifikasi beberapa pelaku dan tengah memburu mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkap AKBP Arif.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut melapor jika mengalami tindakan intimidasi serupa. "Kami akan melindungi warga yang berani melaporkan tindakan kriminal seperti ini. Kami berharap masyarakat bisa terus bekerja dengan aman tanpa adanya ancaman dari pihak manapun," tambahnya.

Reaksi Masyarakat

Sejumlah warga dan perajin kayu di Kertasari menyatakan keprihatinan mereka terhadap situasi ini. Mereka berharap agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan memberikan rasa aman kepada semua perajin. "Kami ingin bekerja dengan tenang. Jangan sampai premanisme seperti ini menjadi hal yang biasa di kampung kami," kata salah satu perajin kayu yang enggan disebutkan namanya.

Upaya Track dan Trace Pelaku

Polisi menggunakan berbagai metode untuk melacak keberadaan pelaku. Selain memantau media sosial, mereka juga mengumpulkan informasi dari warga sekitar. Diharapkan penangkapan segera dilakukan agar tidak ada lagi korban di kalangan perajin dan masyarakat umum.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya mengantisipasi tindak kejahatan di tengah upaya pemerintah dalam mendukung UMKM. Dengan adanya keamanan yang terjamin, diharapkan para perajin dapat berinovasi dan berproduksi lebih baik tanpa merasa tertekan oleh ancaman dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.