Kabar duka menyelimuti lingkungan akademisi di Kabanjahe setelah Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indonesia Kabanjahe, Asprina Br Surbakti, M.Kom, ditemukan meninggal dunia. Peristiwa memilukan ini terjadi di kediaman pribadi sang akademisi.
Asprina Br Surbakti, yang saat itu berusia 38 tahun, dikenal sebagai sosok yang mengemban amanah penting dalam struktur organisasi kampus tersebut. Kepergiannya secara mendadak meninggalkan rasa terkejut dan duka mendalam bagi rekan sejawat, staf pengajar, serta para mahasiswa di lingkungan ITB Indonesia Kabanjahe.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Asprina masih menjadi tanda tanya dan dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Penemuan jenazah di rumah tinggalnya memicu berbagai spekulasi awal mengenai penyebab kematiannya, namun pihak berwenang masih mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan apakah terdapat indikasi kelainan medis atau faktor eksternal lainnya.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat dan keluarga besar kampus, mengingat peran strategis korban sebagai Wakil Rektor II yang bertanggung jawab atas berbagai aspek manajerial di lembaga pendidikan tersebut. Pihak keluarga dan rekan kampus diharapkan dapat bersabar menunggu hasil pemeriksaan resmi guna mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian almarhumah.
Kabanjahe merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Karo di Sumatera Utara yang dikenal dengan perkembangan institusi pendidikannya. Kehadiran perguruan tinggi di wilayah ini memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal melalui akses pendidikan tinggi di bidang teknologi dan bisnis, yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.






