Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memberikan penekanan khusus mengenai urgensi kemandirian dan ketahanan energi bagi bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Sesko AU), di mana ia menggarisbawahi bahwa kedaulatan energi merupakan pilar utama dalam mendorong pertumbuhan nasional.
Menurut Bima Arya, kemampuan Indonesia untuk mengelola dan menyediakan sumber energi secara mandiri akan menjadi faktor penentu dalam mencapai visi besar menjadi negara maju. Ia menilai bahwa ketergantungan pada sumber energi eksternal dapat menjadi hambatan dalam stabilitas ekonomi dan pembangunan jangka panjang.
Lebih lanjut, Wamendagri memproyeksikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi negara maju dalam kurun waktu 20 tahun ke depan. Namun, target ambisius tersebut hanya dapat terwujud apabila pemerintah dan seluruh elemen bangsa mampu memperkuat ketahanan energi, baik melalui optimalisasi sumber daya alam domestik maupun pengembangan energi terbarukan.
Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa sinergi antarlembaga, termasuk peran strategis TNI Angkatan Udara dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah, sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi pembangunan infrastruktur energi nasional. Kemandirian energi diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah internasional.
Ketahanan energi merupakan isu strategis global yang menjadi tantangan bagi banyak negara berkembang. Di tengah fluktuasi harga komoditas energi dunia dan dorongan transisi menuju energi hijau, penguatan sektor energi domestik menjadi kunci untuk menjaga inflasi dan memastikan keberlanjutan industri nasional. Upaya ini sejalan dengan komitmen global dalam mengurangi emisi karbon sekaligus menjaga kedaulatan ekonomi negara.






