PORTALSOLUSINDO
Nasional

Wamendukbangga: Anak Muda Malas Punya Anak 'In This Economy'

Oleh: Rizky PratamaRabu, 08 Juli 2026 pukul 18.25
Wamendukbangga: Anak Muda Malas Punya Anak 'In This Economy'
[Iklan AdSense 728x90]

Wamendikbudristek: Anak Muda Malas Punya Anak 'In This Economy'

Dalam sebuah acara diskusi yang berlangsung di Jakarta, Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendikbudristek) Republik Indonesia, Wahyu siswa, menyatakan keprihatinan mengenai pandangan generasi muda terhadap pernikahan dan memiliki anak di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini.

"Anak muda saat ini banyak yang menunda pernikahan dan memiliki anak karena khawatir dengan kondisi ekonomi yang sulit. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian kita semua," ujarnya.

Menurut Wahyu, generasi muda saat ini sering merasa tertekan dengan biaya hidup yang tinggi serta ketidakpastian ekonomi yang melanda. Banyak di antara mereka yang memilih untuk fokus pada karier dan pengembangan diri daripada memulai keluarga.

Kondisi Ekonomi dan Dampaknya pada Keluarga

Wamendikbudristek menegaskan, keputusan untuk tidak memiliki anak bukanlah hal yang mudah diambil, namun sering kali merupakan hasil dari pertimbangan matang. "Sektor pekerjaan yang sulit, perumahan yang mahal, dan pendidikan yang terus meningkat menjadi faktor utama yang membuat anak muda ragu untuk memiliki keturunan," tambahnya.

Dia juga mencatat bahwa ada perubahan pola pikir yang signifikan di kalangan generasi muda. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi:

  • Biaya hidup yang semakin tinggi
  • Kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan tetap
  • Pendidikan yang semakin mahal
  • Kurangnya dukungan sosial untuk orang tua muda

Perlunya Kebijakan Pro-Keluarga

Wahyu mengusulkan agar pemerintah harus memiliki inisiatif untuk menciptakan kebijakan yang lebih pro-keluarga. "Kita perlu menyediakan kemudahan dalam hal perumahan, pendidikan, serta akses terhadap pekerjaan yang layak dan terjamin bagi anak muda," tuturnya.

Dia juga berharap masyarakat dapat menyadari pentingnya membangun keluarga meskipun di tengah kesulitan ekonomi. Dengan adanya dukungan yang tepat, diharapkan generasi muda dapat merasa lebih siap untuk memiliki anak dan membangun masa depan keluarga.

Diskusi ini diharapkan dapat membuka mata berbagai pihak mengenai tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini, demi menciptakan solusi yang tepat untuk membantu mereka.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.