Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya penguatan konektivitas sistem pembayaran lintas negara guna mendukung pertumbuhan industri ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia. Salah satu instrumen utama yang didorong adalah optimalisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mempermudah transaksi pembayaran dari wisatawan mancanegara.
Menurut Irene, integrasi sistem pembayaran digital yang efisien akan membuka peluang lebih besar bagi para pelaku ekraf lokal dalam menjangkau pasar global. Dengan adanya kemudahan transaksi melalui QRIS, wisatawan asing tidak lagi terkendala oleh hambatan pembayaran saat membeli produk kreatif atau menggunakan jasa layanan ekraf di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan volume penjualan secara signifikan.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk mendigitalisasi ekosistem ekonomi kreatif. Transformasi digital dalam sistem pembayaran diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di sektor kreatif, sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih praktis dan aman bagi konsumen internasional.
Lebih lanjut, penguatan infrastruktur pembayaran digital ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk ekraf Indonesia di kancah internasional. Dengan sistem yang terintegrasi, pelaku ekonomi kreatif dapat lebih fokus pada pengembangan kualitas produk dan inovasi, sementara urusan administrasi pembayaran telah terfasilitasi oleh teknologi yang mumpuni.
Sebagai informasi, QRIS merupakan standar kode QR nasional yang diluncurkan oleh Bank Indonesia untuk mengintegrasikan berbagai macam kanal pembayaran non-tunai di Indonesia. Implementasi QRIS lintas negara kini terus diperluas melalui kerja sama dengan berbagai negara di kawasan Asia Tenggara dan negara mitra lainnya, guna mendukung inklusi keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.






