Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan peringatan keras mengenai kondisi ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi ketergantungan yang tinggi terhadap komoditas pangan dari luar negeri, yang ia analogikan sebagai bentuk penjajahan modern di sektor pangan.
Ketergantungan terhadap impor ini dinilai menjadi tantangan serius bagi kedaulatan bangsa. Hanif menekankan bahwa terlalu mengandalkan pasokan dari negara lain membuat posisi Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global dan gangguan rantai pasok dunia. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mulai mengubah pola konsumsi dengan beralih ke sumber pangan lokal.
Lebih lanjut, Wamenko Hanif mendorong penguatan sektor pangan domestik agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri. Pemanfaatan potensi pangan lokal dianggap sebagai langkah strategis untuk memutus rantai ketergantungan impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Dengan mengonsumsi produk dalam negeri, stabilitas pangan nasional diharapkan dapat terjaga lebih kuat dan berkelanjutan.
Upaya diversifikasi pangan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman krisis pangan global. Hanif berharap ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia yang melimpah agar tidak lagi bergantung pada pasokan eksternal untuk memenuhi kebutuhan pokok harian.






