PORTALSOLUSINDO
Nasional

Wamenko Pangan Dorong Wali Kota Rumuskan Strategi Ketahanan Pangan di Rakernas APEKSI

Oleh: Reza RahadianKamis, 02 Juli 2026 pukul 02.53
Wamenko Pangan Dorong Wali Kota Rumuskan Strategi Ketahanan Pangan di Rakernas APEKSI
[Iklan AdSense 728x90]

Wamenko Pangan Dorong Wali Kota Rumuskan Strategi Ketahanan Pangan di Rakernas APEKSI

Jakarta - Wakil Menteri Koordinator Pangan, Rizal Ramli, menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung pada hari ini, Rabu (15/11/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Rizal mengungkapkan bahwa tantangan dalam bidang ketahanan pangan saat ini membutuhkan upaya kolaboratif antara pusat dan daerah. "Setiap wali kota harus mampu merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Wamenko Pangan menambahkan, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah kota, antara lain:

  • Meningkatkan produksi pangan lokal melalui dukungan kepada petani setempat;
  • Mendorong keberagaman konsumsi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu;
  • Memanfaatkan teknologi pertanian untuk efisiensi produksi;
  • Membangun sistem distribusi yang lebih efektif agar pangan mudah diakses oleh masyarakat.

Rizal berharap, melalui forum APEKSI ini, para walikota dapat saling berbagi pengalaman dan strategi yang telah berhasil diimplementasikan di daerah mereka. Dengan cara ini, diharapkan ketahanan pangan nasional dapat terjaga lebih baik.

Dalam waktu dekat, dia juga akan meluncurkan sejumlah program yang akan memberikan pelatihan dan support bagi pemerintah daerah dalam menangani masalah pangan secara inovatif dan berkelanjutan. Sesuai dengan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan serta ketersediaannya secara nasional.

"Kami percaya bahwa dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan masyarakat, kita bisa mencapai ketahanan pangan yang diinginkan," tambahnya.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.