PORTALSOLUSINDO
Ekonomi

Wamentan Sudaryono Tegaskan RI Stop Impor Beras, Jagung, dan Gula Demi Swasembada Pangan

Oleh: Andi PratamaSenin, 29 Juni 2026 pukul 06.07
Wamentan Sudaryono Tegaskan RI Stop Impor Beras, Jagung, dan Gula Demi Swasembada Pangan
[Iklan AdSense 728x90]

Wamentan Sudaryono Tegaskan RI Stop Impor Beras, Jagung, dan Gula Demi Swasembada Pangan

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan kebijakan tegas pemerintah Republik Indonesia untuk menghentikan impor beras, jagung, dan gula. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung program swasembada pangan yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Senin (20/11), Sudaryono menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai kedaulatan pangan.

“Dengan menghentikan impor, kita memberikan kesempatan bagi para petani lokal untuk berkembang dan meningkatkan produksi mereka,” kata Sudaryono. “Ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.”

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah menghadapi tantangan dalam mengurangi ketergantungan pada produk pangan impor. Pada tahun lalu, volume impor beras mencapai 2,5 juta ton, jagung 1,1 juta ton, dan gula 3 juta ton. Hal ini memicu kekhawatiran terkait stabilitas harga dan ketersediaan pangan di dalam negeri.

Sudaryono menambahkan, peningkatan produksi akan dilakukan melalui berbagai dukungan teknologi pertanian, penyuluhan, dan penyediaan sarana dan prasarana bagi para petani. “Kami juga akan memfasilitasi akses pasar bagi mereka agar produk lokal bisa bersaing dengan produk luar,” tambahnya.

Strategi Mendukung Swasembada

Pemerintah telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendukung swasembada pangan, antara lain:

  • Pemberian subsidi pupuk dan benih untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
  • Pelatihan dan penyuluhan kepada petani mengenai teknik pertanian modern.
  • Peningkatan irigasi dan akses terhadap air untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Sudaryono berharap dengan kebijakan ini, ke depan, Indonesia tidak hanya mandiri dalam hal pangan tetapi juga mampu mengekspor produk-produk pangan unggul ke pasar internasional. “Kami yakin dengan kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah dan petani, Indonesia bisa mencapai swasembada pangan,” tutupnya.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.