Warga Enggan Ikut Sensus Ekonomi, Kepala BPS Jateng Salahkan Kreator Konten
Semarang, Jawa Tengah - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Amir Mahfud, mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam sensus ekonomi kali ini mengalami penurunan. Hal ini disinyalir akibat pengaruh dari beberapa kreator konten di media sosial yang menyebarkan informasi menyesatkan tentang pentingnya sensus ekonomi.
Amir mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan pentingnya sensus ekonomi bagi perkembangan ekonomi daerah dan nasional. Namun, banyak warga yang terpengaruh oleh informasi tidak akurat yang beredar di platform media sosial.
- “Kami sudah melakukan sosialisasi melalui media, tetapi pengaruh konten yang viral di media sosial sulit ditanggulangi,” kata Amir dalam konferensi pers di Semarang, Rabu (15/11).
- “Beberapa kreator konten menganggap sensus ekonomi tidak penting dan menyampaikan informasi yang salah. Ini yang menyebabkan masyarakat enggan berpartisipasi,” sambungnya.
Menurut Amir, sensus ekonomi sangat penting untuk mendapatkan data yang akurat mengenai perekonomian di setiap daerah. Data ini akan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
BPS Jateng juga memaparkan bahwa mereka akan terus berupaya memperbaiki pemahaman masyarakat tentang pentingnya sensus ekonomi. “Kami mengajak masyarakat untuk memahami bahwa data yang akurat akan berdampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Amir.