Tren penggunaan pengeras suara berkekuatan besar yang dikenal dengan istilah 'sound horeg' kini tengah populer di berbagai acara masyarakat. Namun, di balik kemeriahan dentuman bas yang menggelegar, terdapat risiko kesehatan serius yang mengintai para pendengarnya. Paparan suara dengan volume yang terlalu tinggi tidak hanya berdampak buruk pada indra pendengaran, tetapi juga dapat mengganggu berbagai fungsi organ tubuh lainnya.
Secara fisik, suara yang terlalu keras dapat memberikan tekanan besar pada sistem saraf dan organ dalam. Getaran frekuensi rendah yang ekstrem dari sound horeg mampu menciptakan resonansi yang mengganggu stabilitas fungsi tubuh. Selain itu, paparan kebisingan yang intens dalam jangka waktu lama dapat memicu respons stres pada tubuh, yang kemudian berdampak pada peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
Tidak hanya menyerang fisik, dampak psikologis juga menjadi perhatian serius. Kebisingan yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang, mulai dari memicu rasa cemas, meningkatkan tingkat stres, hingga menyebabkan gangguan tidur atau insomnia. Kondisi ini terjadi karena otak terus-menerus menerima stimulasi suara yang agresif, sehingga sistem saraf simpatik tetap aktif dan membuat tubuh sulit untuk mencapai kondisi relaksasi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur volume suara saat menyelenggarakan acara. Kesadaran akan batasan desibel yang aman sangat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada telinga serta menjaga keseimbangan kesehatan mental bagi lingkungan sekitar.






