PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) secara resmi telah menyelesaikan proses divestasi seluruh kepemilikan saham serta waran yang dimiliki oleh perusahaan afiliasinya, Adaro Capital Limited (ACL), pada perusahaan pertambangan batu bara kokas di Australia, Kestrel.
Langkah strategis ini menandai berakhirnya keterlibatan investasi ACL dalam operasional Kestrel. Nilai transaksi dari proses divestasi aset tambang di Negeri Kangguru tersebut dilaporkan mencapai angka yang sangat signifikan, yakni sebesar Rp 14,6 triliun.
Keputusan untuk melepas seluruh aset di Kestrel ini menjadi bagian dari langkah korporasi AADI dalam mengelola portofolio investasinya. Penjualan saham dan waran ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas finansial bagi perusahaan dalam menentukan arah pengembangan bisnis ke depannya.
Proses divestasi ini dilakukan melalui mekanisme yang terukur, memastikan bahwa seluruh hak dan kewajiban terkait kepemilikan saham di Kestrel telah terselesaikan sepenuhnya. Dengan rampungnya transaksi ini, AADI kini memiliki posisi keuangan yang lebih dinamis setelah menerima aliran dana dari hasil penjualan aset tambang tersebut.
Sektor pertambangan batu bara, khususnya batu bara kokas, merupakan komoditas penting yang digunakan secara luas dalam industri baja dunia. Australia sendiri dikenal sebagai salah satu produsen batu bara kokas terbesar secara global, sehingga investasi di wilayah tersebut seringkali menjadi target strategis bagi banyak perusahaan energi dan pertambangan asal Indonesia untuk memperluas skala bisnis internasional mereka.






