Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai angka 6 persen pada tahun 2027 mendatang. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan dukungan finansial yang signifikan melalui peningkatan arus investasi yang masuk ke tanah air.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pencapaian target pertumbuhan tersebut sangat bergantung pada realisasi investasi yang diproyeksikan mencapai Rp2.258 triliun. Angka investasi yang besar ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama dalam menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan produktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Dalam upaya mencapai sasaran tersebut, Airlangga menekankan peran krusial dari Menteri Investasi dan Hilirisasi. Pihaknya meminta kementerian terkait untuk secara agresif mendorong masuknya modal, baik investasi domestik maupun asing, guna memastikan target pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur yang tepat.
Fokus utama yang ditekankan adalah optimalisasi investasi yang tidak hanya sekadar angka, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui proses hilirisasi. Dengan memperkuat hilirisasi industri, pemerintah berharap Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mampu mengolah sumber daya alam menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar global.
Upaya peningkatan investasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan bertransformasi menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inklusif.






