PT Pertamina tengah mengarahkan fokus strategisnya pada pengembangan sektor energi rendah karbon. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung terwujudnya ekonomi hijau di Indonesia pada tahun 2045.
Pengembangan bisnis energi terbarukan ini diproyeksikan akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan energi pelat merah tersebut. Dengan mengalihkan fokus pada sumber energi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina berupaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus menurunkan emisi karbon secara signifikan.
Kendati melakukan transisi menuju energi hijau, Pertamina menegaskan bahwa stabilitas pasokan energi untuk masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara upaya pelestarian lingkungan dengan pemenuhan kebutuhan energi nasional agar tidak terjadi gangguan distribusi maupun ketersediaan di pasar.
Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi global, di mana transisi energi menjadi isu krusial bagi negara-negara berkembang. Dengan mengintegrasikan bisnis energi rendah karbon ke dalam portofolionya, Pertamina optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.
Sebagai informasi, transisi energi global saat ini tengah menjadi tren utama di berbagai negara guna memitigasi dampak perubahan iklim. Indonesia sendiri memiliki potensi sumber energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari panas bumi, tenaga surya, hingga angin, yang jika dikelola dengan maksimal dapat mengurangi beban impor energi dan meningkatkan kemandirian energi nasional.






