Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah melakukan pematangan rencana terkait pelaksanaan pembangunan rumah di wilayah Papua Pegunungan. Langkah strategis ini dilakukan melalui koordinasi intensif antara Menteri PKP, Maruarar Sirait, dengan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Fokus utama dari koordinasi lintas kementerian ini adalah untuk menyelaraskan data dan mekanisme pelaksanaan di lapangan. Mengingat karakteristik geografis Papua Pegunungan yang menantang, pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar distribusi bantuan perumahan tidak terhambat oleh kendala administratif maupun logistik.
Maruarar Sirait menegaskan bahwa pembangunan rumah di wilayah tersebut bukan sekadar penyediaan fisik bangunan, melainkan bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Oleh karena itu, proses perencanaan dilakukan secara mendalam agar model hunian yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal serta kondisi lingkungan setempat.
Sementara itu, dukungan dari Kementerian Dalam Negeri menjadi krusial dalam hal pengawasan dan fasilitasi administrasi di tingkat pemerintah kabupaten dan kota. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses eksekusi proyek sehingga masyarakat di Papua Pegunungan dapat segera merasakan manfaat dari program pembangunan rumah layak huni yang dicanangkan pemerintah pusat.
Upaya pembangunan infrastruktur perumahan di wilayah Papua merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia. Pembangunan rumah layak huni di daerah terpencil diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui lingkungan tempat tinggal yang lebih higienis dan teratur.






