Sektor industri perhotelan mulai memberikan perhatian serius terhadap isu perubahan iklim dan kelestarian lingkungan. Handojo K. Setyadi, pimpinan dari Pollux Hotels Group, menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai penggerak utama dalam upaya menekan emisi karbon di Indonesia.
Menurut Handojo, koordinasi yang terpusat dan terintegrasi dari pemerintah menjadi kunci utama agar proses transisi menuju ekonomi hijau dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Tanpa adanya arahan dan koordinasi yang kuat dari otoritas terkait, langkah-langkah pengurangan emisi di tingkat industri dikhawatirkan akan berjalan lambat dan tidak terukur.
Ia menilai bahwa pemerintah memiliki kapasitas untuk menyelaraskan berbagai kebijakan dan memberikan insentif yang tepat bagi pelaku usaha yang berkomitmen menerapkan praktik ramah lingkungan. Dengan adanya koordinasi yang solid, diharapkan target penurunan emisi karbon nasional dapat tercapai melalui kolaborasi yang sinergis antara pemerintah dan sektor swasta.
Langkah ini dipandang krusial mengingat dampak pemanasan global yang semakin terasa, sehingga transformasi operasional bisnis menuju model yang lebih berkelanjutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan industri di masa depan.
Secara umum, transisi energi hijau merupakan bagian dari komitmen global untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE). Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan berbagai target ambisius dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui berbagai sektor, termasuk energi, kehutanan, dan industri, guna memitigasi dampak perubahan iklim secara menyeluruh.






